Pekanbaru, smpn16pekanbaru.sch.id – SMPN 16 Pekanbaru mengadakan pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru yang diadakan pada hari sabtu, 16 september 2023. Sebagai fasilitator dalam workshop ini yaitu Novi Kusmalinda. Dalam workshop kali ini peningkatan kompetensi guru SMPN 16 Pekanbaru dibidang literasi dan numerasi.
Dalam materi kali ini, ada beberapa hal yang dibahas seperti literasi dasar yang harus ditingkatkan ke peserta didik. Dalam literasi dasar terbagi menjadi 3 bagian yaitu literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, literasi budaya dan kewargaan.
“Saat ini peserta didik kurang mendapatkan keterbukaan terhadap literasi dan numerasi, padahal pada saat ini, kurikulum merdeka tidak mengejarkan target kurikulum, TP kelas 7 – 9 itu sama, yang membedakan bahasa teks, tagihan dan tujuannya sama, makanya satu fase”, ungkap Novi
“Pada saat ini anak kelas 7 banyak ditemukan anak-anak yang masih terbata-bata, kurang lancar dan banyak yang tidak membaca. Bahkan banyak ditemukan juga dikelas 8 dan kelas 9. Sehingga pihak sekolah memanggil orang tua peserta didik untuk bekerjasama dalam membimbing peserta didik agar bisa membantu dan membaca, ” lanjutnya

Literasi dan numerasi adalah kemampuan untuk menggunakan angka dan simbol yang berbeda yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat ini, guru bahasa indonesia dan bekerjasama dengan guru lainnya harus lebih giat agar siswa bisa menulis dan membaca dengan lancar, ada salah satu sekolah mewajibkan cara belajar anak dalam menulis dalam tulisan tegak bersambung. mewajibkan beli buku EYD, agar siswa terbiasa mempelajari huruf kapital dengan yang tidak”, ungkap Novi

“Jika 75% anak tidak memahami pembahasan materi selama pretest maka diadakan pengayaan. sumatif boleh dilaksanakan boleh tidak. pada saat ini sudah tengah semester, kalau tiap kita masuk sudah melaksanakan penilaian harian maka tidak masalah diutamakan penilaian sumatif kembali, hanya dalam juknis wajib melaksanakan karena penilaian sumatif dan menjadikannya sebagai nilai tambahan bukan nilai utama,” lanjutnya
Kurikulum Merdeka Belajar telah diterapkan oleh pemerintah sejak tahun 2022. Kurikulum ini bertujuan untuk menyederhanakan kurikulum sebelumnya yang dirasa rumit dan kurang memenuhi kebutuhan siswa.
Penerapan kurikulum Merdeka Belajar di Indonesia semakin masif. Hal ini terlihat dari Keputusan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan, Kurikulum, dan Penilaian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 022/H/KR/2023 tentang Satuan Pendidikan yang Melaksanakan Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2023/2024, yang menyatakan bahwa sudah lebih dari 105.000 sekolah atau satuan pendidikan yang menerapkannya.